5 Gejala Glaukoma Sesuai Jenisnya

5 Gejala Glaukoma Sesuai Jenisnya

Memahami bahaya glaukoma, penyakit penyebab kebutaan

KOMPAS.com – Glaukoma adalah gangguan mata karena saraf optik yang menghubungan mata ke otak rusak. Glaukoma yang tidak segera ditangani dapat membuat penderitanya kehilangan indra penglihatan. Penyakit mata ini dapat menyerang orang dari berbagai usia, tapi paling sering dialami orang lansia dengan usia 70-80 tahun.

penyebab glaukoma utamanya karena peningkatan tekanan di mata saat cairan tidak dapat mengalir lancar. Peningkatan tekanan ini lantas merusak saraf optik penghubung mata ke otak. Kondisi pemicu meningkatnya tekanan pada mata ini tidak jelas. Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab glaukoma, seperti: Usia, Faktor keturunan, Gangguan mata seperti rabun jauh dan diabetes

Berikut beberapa gejala glaukoma sesuai jenisnya yang perlu diwaspadai:

1. Gejala glaukoma sudut terbuka Melansir American Academy of Ophthalmology, gejala glaukoma sudut terbuka di tahap awal umumnya belum terlihat. Penderita baru merasakan gejalanya saat penyakit mata ini sudah berkembang. Tanda utamanya yakni berkembangnya bintik buta di penglihatan perifer atau bagian samping. Kebanyakan penderita glaukoma sudut terbuka menyadari penyakitnya saat muncul gangguan penglihatan parah. Dengan gejalanya yang samar, tak pelak penyakit mata ini kerap dijuluki “si pencuri penglihatan diam-diam”.

2. Gejala glaukoma sudut tertutup Gejala glaukoma sudut tertutup muncul saat ada serangan penyakit. Beberapa tanda awalnya antara lain:

  • a. Pandangan kabur
  • b. Ada lingkaran cahaya di penglihatan
  • c. Sakit kepala ringat
  • d. Mata sakit

Orang dengan gejala glaukoma sudut tertutup harus segera memeriksakan diri ke dokter sebelum muncul serangan glaukoma. Serangan penyakit ini ditandai dengan:

  • a. Mata dan dahi sakit parag
  • b. Mata kemerahan
  • c. Penglihatan menurun dan pandangan kabur
  • d. Mata seperti ada pelangi atau lingkaran cahaya
  • e. Sakit kepala
  • f. Mual
  • g. Muntah

3. Gejala glaukoma tegangan normal Orang dengan kondisi glaukoma tegangan normal memiliki tekanan mata dalam kisaran normal. Kendati tekanannya normal, penderita mengalami gejala glaukoma seperti ada titik buta di bidang penglihatan dan saraf optik rusak.

4. Gejala glaukoma suspek Glaukoma suspek terjadi saat saraf optik penderita tidak rusak, tapi tekanan mata di atas rata-rata normal. Penderita yang mengalami gejala glaukoma di atas memang belum mengalami glaukoma, namun rentan terkena penyakit mata ini di kemudian hari. Mengingat banyak orang tidak merasakan gejala glaukoma, ada baiknya Anda tidak menyepelekan peningkatan tekanan mata di atas ambang batas normal.

5. Gejala glaukoma pigmen Glaukoma pigmen dapat terjadi saat pigmen bergesekan dengan bagian belakang iris mata. Gesekan tersebut dapat meningkatkan tekanan pada mata dan memicu glaukoma. Gejala glaukoma pigmen antara lain muncul lingkaran cahaya dan pandangan kabur setelah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Penyakit glaukoma umumnya dapat diketahui lewat pemeriksaan kesehatan mata. Periksakan kondisi kesehatan mata ke dokter mata secara rutin minimal dua tahun sekali.

Sumber : health.kompas.com


Leave a Reply