Klinik Nyeri dan Akupunktur

Jadwal Akupuntur

Senin- Selasa : 14.00- 20.00

Rabu- Jumat : 07.30 – 13.00

Sabtu : LIBUR

Minggu : 07.30- 13.00

Klinik Nyeri dan Akupunktur dapat Mengatasi:

  • Berbagai nyeri seperti Nyeri Kepala, Migren, Nyeri Bahu, Nyeri Lambung/Maag, Nyeri Sendi, dll.
  • Asma, Alergi, Insomnia, dll.
  • Kelainan syaraf, Stroke, Kesemutan/Gringgingen, Wajah Merot.
  • Mengurangi/menambah nafsu makan, menurunkan Gula Darah (DM). Menurunkan Tensi, Meningkatkan Stamina.
  • Meningkatkan Kesuburan.

Fisioterapi

Jadwal Fisioterapi

Senin-Selasa: 07.00-13.00

Rabu-Jumat : 14.00- 20.00

Sabtu / Minggu: 07.00- 13.00 / LIBUR

Penyakit yang bisa diatasi dengan fisioterapi:

  • Nyeri Punggung
  • Osteoarthritis / Radang Sendi
  • Kaku Sendi Bahu
  • Nyeri Tengkuk
  • Rheumatik
  • Vertigo
  • Mulut dan Wajah Merot
  • Stroke
  • Syaraf Terjepit
  • Asma
  • Nyeri Otot

Apakah Varises Itu?

Varises adalah pembuluh darah vena yang mengalami pembengkakan, terpuntir, atau pembesaran. Kondisi ini biasanya tampak sebagai area berwarna kebiruan atau keunguan di permukaan kulit. Varises paling sering didapati di tungkai atau betis dan anggota gerak bagian bawah, dan terutama disebabkan karena berdiri dan berjalan yang dapat memberikan tekanan tambahan pada vena di tubuh bagian bawah.

Varises umumnya bukan merupakan kondisi yang serius, namun pada beberapa kasus dapat menjadi penanda dari masalah kesehatan yang lebih serius seperti terhambatnya vena yang lebih dalam, pada kondisi yang dinamakan trombosis vena dalam. Kondisi ini umum terjadi, setidaknya dialami oleh 3 dari 10 orang dewasa. Varises cenderung lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Penyebab Varises dan Faktor Risiko

Varises dikaitkan dengan melemahnya katup dan vena pada area yang sakit. Di bagian dalam vena terdapat katup satu arah berukuran kecil yang memungkinkan darah mengalir melewatinya, namun juga berperan untuk mencegah aliran darah berbalik arah. Terkadang, katup-katup ini melemah akibat peregangan yang berlebihan atau penurunan kelenturan, yang menyebabkan kebocoran aliran darah serta darah yang mengalir berbalik arah. Peristiwa ini dapat menyebabkan akumulasi darah pada vena yang membuatnya membengkak dan membesar.

Penyebab pasti terjadinya gangguan vena ini belum sepenuhnya diketahui. Beberapa orang cenderung berpeluang mengalami Varises tanpa penyebab yang jelas dan spesifik. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami Varises. Beberapa faktor risiko ini antara lain :

  • Jenis kelamin: perempuan berpotensi lebih tinggi mengalami Varises dibandingkan dengan laki-laki, alasan di balik kejadian ini dikaitkan dengan hormon yang dimiliki perempuan.
  • Genetik: risiko mengalami Varises diduga diturunkan secara herediter.
  • Usia: penuaan dapat menyebabkan penurunan elastisitas vena
  • Berat badan: kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada vena yang membuat katup pada vena akan bekerja lebih berat dan membuatnya rawan untuk mengalami kebocoran.
  • Pekerjaan: beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu yang bekerja dengan durasi berdiri yang lama lebih berpeluang untuk mengalami Varises.
  • Kehamilankehamilan membuat tubuh meningkatkan produksi darah untuk menunjang pertumbuhan janin, peristiwa ini meningkatkan aliran darah serta menyebabkan perubahan hormonal yang membuat wanita hamil lebih berisiko mengalami Varises (gejala akan mengalami peningkatan yang signifikan setelah melahirkan) Pada beberapa kasus, perkembangan Varises dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti terdapatnya tumor di pelvis, riwayat terdapatnya bekuan darah atau stroke, atau gangguan pada pembuluh darah.

    Gejala Varises

    Gejala Varises dapat bervariasi dari tingkat ringan hingga berat. Umumnya tampak area berwarna biru gelap atau ungu, dan pembengkakan vena di bawah kulit. Bersama dengan ini, beberapa gejala minor lain dapat pula ditemukan :

    • Nyeri, pegal, sensasi terbakar dan berat di kaki, yang bisa memburuk karena berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama.
    • Bengkak pada kaki dan/atau pergelangan kaki.
    • Rasa gatal pada vena yang mengalami gangguan.
    • Sensasi tidak nyaman pada tungkai bawah.
    • Kram otot yang menandakan sirkulasi darah yang kurang baik.

    Gejala yang serius dapat mencakup pembengkakan pada kaki, nyeri ekstrim pada betis, peradangan dengan perubahan warna kulit, atau luka terbuka yang dapat berdarah apabila trauma tersebut tidak disembuhkan.

    Kapan Harus Menemui Dokter untuk Kejadian Varises

    Varises yang tidak menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman umumnya tidak memerlukan penanganan medis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gejala yang ringan tidak memerlukan penanganan segera. Namun demikian, penting untuk menemui dokter apabila Anda mengalami:

    • Rasa tidak nyaman atau nyeri di vena.
    • Rasa sakit atau iritasi pada kulit dengan Varises.
    • Nyeri pada kaki yang dapat mengganggu tidur.

    Terutama, jika Anda merasa Varises tersebut mengganggu penampilan kaki Anda. anda dapat menemui dokter untuk mendapat solusi penanganan yang tepat.

    Pencegahan Varises

    Hanya ada sedikit bukti mengenai solusi efektif mencegah Varises. Namun, terdapat beberapa catatan bermanfaat untuk meredakan gejala Varises yang anda alami. Hal terpenting adalah Anda dianjurkan untuk menghindari berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama. Hal ini sangat penting, lakukan istirahat secara teratur dan di malam hari Anda dapat sedikit meninggikan posisi kaki untuk meringankan tekanan pada kaki. Pola hidup aktif dengan olahraga yang cukup juga secara signifikan mengurangi perkembangan Varises.

    sumber: https://www.docdoc.com/id/info/condition/varises