Karies Gigi Balita Indonesia Tertinggi di Dunia, Apa Solusinya?

Karies Gigi Balita Indonesia Tertinggi di Dunia, Apa Solusinya?

Liputan6.com, Jakarta Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Dr Yetty Herdiyati Sumantadiredja drg, Sp.Ped (K), mengatakan karies gigi pada balita masih menjadi permasalahan dental tertinggi di Indonesia.

Angka prevalensi karies gigi pada balita di Indonesia berada pada angka 90,05 persen, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) PBB juga menyebut, Indonesia memiliki prevalensi Early Childhood Caries (ECC) tertinggi pada anak usia tiga hingga lima tahun.

Dalam siaran pers Humas Unpad, di Bandung, Jumat, Yetty memaparkan ECC atau karies gigi pada balita disebabkan empat faktor utama, yaitu gigi yang rentan, plak, substrat, dan waktu.

Jika dikaitkan, penyebab karies ini didasarkan adanya hubungan yang tidak seimbang antara daya tahan gigi dan faktor kariogenik, yaitu gigi yang kuat akan lebih tahan terhadap serangan karies dibandingkan gigi yang rentan.

Ia menuturkan, ECC ini awalnya ditandai adanya gambaran titik putih (white spot) pada gigi insisif sulung rahang atas sepanjang margin gingiva atau bagian tepi gusi yang menyelimuti gigi.

“Gambaran ini terlihat pada usia 1 tahun yang diikuti kerusakan insisif lateral gigi,” kata dia, dikutip dari AntaraNews, Jumat (9/2/2018).

Akibat yang terjadi jika karies gigi diabaikan

Menurut Yetty, apabila gejala ini tidak diintervensi, menjelang usia dua tahun karies dalam berlanjut hingga merusak seluruh mahkota gigi insisif sentral rahang atas dan diikuti kerusakan pada molar satu rahang bawah.

“Jika masih tetap dibiarkan, pada usia tiga dan empat tahun, karies dapat berlanjut mengenai gigi molar kedua rahang bawah,” paparnya.

Puncaknya, ketika di usia lima tahun, seluruh gigi sulung, kecuali kaninus sulung, seluruhnya telah terkena karies.

“Penyebab ECC dikarakteristikkan adanya kolonisasi awal Streptococcus mutans dalam rongga mulut. Ini merupakan bakteri komensal dalam rongga mulut dan berperan penting dalam pembentukan karies,” kata Yetty.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Streptococcus mutans memiliki 4 enzim glukosiltransferase (GTF), yaitu GTF A hingga GTF D. Dari empat enzim tersebut, enzim GTF B dan GTF C yang dapat menyebabkan terbentuk karies. Pengeluaran enzim GTF ini dikode oleh Gen gtf B dan gtf C yang mampu menghasilkan glukan tidak larut. Penanganan ECC tidak bisa hanya melibatkan anak dan dokter gigi saja. Peran orang tua, pengasuh, dan pemerintah juga penting dilibatkan dalam penanganan tersebut.

Liputan6.com, Jakarta Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Dr Yetty Herdiyati Sumantadiredja drg, Sp.Ped (K), mengatakan karies gigi pada balita masih menjadi permasalahan dental tertinggi di Indonesia.

Angka prevalensi karies gigi pada balita di Indonesia berada pada angka 90,05 persen, dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) PBB juga menyebut, Indonesia memiliki prevalensi Early Childhood Caries (ECC) tertinggi pada anak usia tiga hingga lima tahun.

Dalam siaran pers Humas Unpad, di Bandung, Jumat, Yetty memaparkan ECC atau karies gigi pada balita disebabkan empat faktor utama, yaitu gigi yang rentan, plak, substrat, dan waktu.

Jika dikaitkan, penyebab karies ini didasarkan adanya hubungan yang tidak seimbang antara daya tahan gigi dan faktor kariogenik, yaitu gigi yang kuat akan lebih tahan terhadap serangan karies dibandingkan gigi yang rentan.

Ia menuturkan, ECC ini awalnya ditandai adanya gambaran titik putih (white spot) pada gigi insisif sulung rahang atas sepanjang margin gingiva atau bagian tepi gusi yang menyelimuti gigi.

“Gambaran ini terlihat pada usia 1 tahun yang diikuti kerusakan insisif lateral gigi,” kata dia, dikutip dari AntaraNews, Jumat (9/2/2018)


Akibat yang terjadi jika karies gigi diabaikan

Menurut Yetty, apabila gejala ini tidak diintervensi, menjelang usia dua tahun karies dalam berlanjut hingga merusak seluruh mahkota gigi insisif sentral rahang atas dan diikuti kerusakan pada molar satu rahang bawah.

“Jika masih tetap dibiarkan, pada usia tiga dan empat tahun, karies dapat berlanjut mengenai gigi molar kedua rahang bawah,” paparnya.

Puncaknya, ketika di usia lima tahun, seluruh gigi sulung, kecuali kaninus sulung, seluruhnya telah terkena karies.

“Penyebab ECC dikarakteristikkan adanya kolonisasi awal Streptococcus mutans dalam rongga mulut. Ini merupakan bakteri komensal dalam rongga mulut dan berperan penting dalam pembentukan karies,” kata Yetty.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Streptococcus mutans memiliki 4 enzim glukosiltransferase (GTF), yaitu GTF A hingga GTF D. Dari empat enzim tersebut, enzim GTF B dan GTF C yang dapat menyebabkan terbentuk karies. Pengeluaran enzim GTF ini dikode oleh Gen gtf B dan gtf C yang mampu menghasilkan glukan tidak larut. Penanganan ECC tidak bisa hanya melibatkan anak dan dokter gigi saja. Peran orang tua, pengasuh, dan pemerintah juga penting dilibatkan dalam penanganan tersebut.


Solusi untuk mencegah karies gigi

Menurut Yetty, pencegahan ECC mengutamakan pada promosi tingkah laku dalam merawat gigi, seperti menyikat gigi, keterjangkauan fluoride atau senyawa dalam pasta gigi yang berfungsi menyehatkan gigi, hingga kebiasaan pola makan sehat.

Dia mengatakan, orang tua perlu mendampingi anak dalam menyikat gigi. Penggunaan pasta gigi berfluoride minimal dua hari sekali dilakukan sesegera mungkin jika gigi sulung anak mengalami erupsi. Proses ini dilakukan untuk mengurangi terjadi ECC.

“Selain itu, pencegahan ECC juga dilakukan melalui pendekatan pola makan anak,” imbuhnya.

Yetti menuturkan, kontrol terhadap makanan yang dapat menyebabkan karies perlu dilakukan dari usia 12 bulan dan terus dijaga selama masa anak-anak. Orangtua juga perlu melatih bayi untuk menghentikan kebiasaan minum susu dalam botol antara usia 12-16 bulan, dan mulai membiasakan minum dari gelas.

Seluruh penjelasan di atas disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Unpad Prof Dr Yetty Herdiyati Sumantadiredja, drg, Sp.Ped (K), saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka pelantikan dan pengukuhannya sebagai guru besar oleh Rektor Unpad, Prof Tri Hanggono Achmad, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kota Bandung, Selasa (8/2/2018).

Orasi ilmiah yang dibacakan Yetti berjudul “Peranan Gen gtf B/C yang Mengekspresikan Enzim Glukosiltransferase Streptococcus Mutans pada ECC untuk Menuju Anak Indonesia Sehat”.

(Ajat Sudrajat/AntaraNews)

Sumber : Liputan6.com

Public Safety Center (PSC) 119 Siap Digunakan

 

Jakarta, 22 Juni 2016, PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini dibenuk tahun 2016 bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk membantu penangan kesehatan terhadap masyarakat yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis.
PSC 119 kami bentuk untuk mempercepat penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penangan segera, ujar Menkes Nila F. Meloek saat meninjau dan stasiun Balapan Solo dan Puskesmas Gajahan, Solo (22/6).

Sebagai contoh bila ada masyarakat yang menghubungi 119, maka call center akan menanyakan dimana lokasi kejadian berada dan akan mengarahkan ambulans dari Puskesmas, pos kesehatan, rumah sakit pemerintah yang paling dekat dengan lokasi kejadian.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Bambang mengatakan layanan 119 kedepannya akan terintegrasi dengan layanan kepolisian dan kebakaran.

PSC 119 saat ini baru menggunakan nomor lokal, tapi ke depan akan jadi nomor layanan yang terintegrasi dengan lyanan kepolisian dan kebakaran. Untuk saat ini baru layanan kesehatan dan rumah sakit, ujarnya.

Walikota Solo/Surakarta juga menambahkan terdapat 17 Puskesmas yang memiliki layanan ICU dan siap melayani masyarakat.

Kami memiliki Puskesmas yang memiliki layanan lengkap tidak hanya di Puskesmas Gajahan ini, tidak hanyak buat mudik tetapi juga buat  sehari-hari, ujar Walikota Solo.Di kota Solo PSC 119 terdapat di Puskesmas Gajahan. Saat ini sudah terdapat di 27 titik/kota.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Sumber: www.depkes.go.id

 

Waspada, 4 Hal Ini Bikin Gula Darah Melonjak

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat kerap mengasosiasikan kadar gula darah meningkat gara-gara mengonsumsi makanan atau minuman manis. Padahal, ada beberapa hal di luar itu yang memicu kadar gula darah seseorang melonjak.

Mulai dari kurang tidur hingga konsumsi makanan tinggi lemak, berikut empat hal yang bikin kadar gula darah melonjak. Selengkapnya, seperti mengutip Reader’s Digest, Kamis (4/1/2018).

1. Tidak sarapan

Bagi Anda yang malas sarapan, coba pikir-pikir ulang deh. Studi di 2013 menunjukkan wanita dengan berat badan berlebih yang tidak sarapan memiliki tingkat insulin dan gula darah lebih tinggi usai makan siang dibanding mereka yang sarapan.

Masih kurang bukti efek buruk tidak sarapan? Dalam sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition disebutkan pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 21 persen terkena diabetes dibanding yang sarapan.

Sarapan memang salah satu waktu makan penting dalam kehidupan. Agar gula darah tetap stabil, pastikan memilih sarapan yang kaya protein dan lemak sehat.

2. Makanan tinggi lemak

Fast Food

Orang yang sudah terkena diabetes mungkin takut dengan kandungan karbohdirat dalam makanan. Selain itu, fakta terbaru menyebutkan, makanan tinggi lemak juga bisa memengaruhi kadar gula darah. Hal ini terungkap dalam Journal of Nutrition di 2011.

Peneliti menduga, kadar lemak yang tinggi dalam darah memengaruhi kemampuan tubuh membersihkan gula dari darah.

3. Kurang tidur

Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Kurang Tidur

Istirahat cukup salah satunya dengan tidur 7-8 jam per hari penting bagi kesehatan. Dalam studi di Belanda disebutkan, pasien diabetes tipe 1 yang tidur hanya empat jam semalam, sensitivitas insulin menurun hingga 20 persen.

“Kurang tidur membuat tubuh mengalami stres kronis. Dan setiap kali stres, berarti kadar gula darah meningkat,” kata pakar diabetes dari Joslin Diabetes Center di Boston, Amerika Serikat, Patty Bonsignore.

4. Merokok

Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Terutama bagi penderita diabetes.

Dalam studi yang dilakukan California State Polytechnic University di 2011 menemukan semakin banyak sampel nikotin di darah, semakin tinggi kadar gula darah. Ketika kadar gula darah meningkat, risiko komplikasi pada pasien diabetes pun meningkat.

Sumber: http://health.liputan6.com

WHO Akan Masukkan Kecanduan Main Game Jadi ‘Kelainan Mental’ Eka Santhika , CNN Indonesia | Rabu, 27/12/2017 16:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Ketagihan bermain game rencananya akan diklasifikasikan sebagai salah satu gangguan kesehatan mental pada 2018. Wacana ini dikemukakan oleh Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau World Health Organisation (WHO).

Hal ini disebutkan dalam sebuah dokumen yang masih berbentuk draf dalam tahap beta.

Draf tersebut merupakan versi pembaharuan yang kesebelas dari International Classification of Disease (ICD). ICD sendiri adalah panduan standar diagnostik untuk tujuan epidemiologi, manajemen kesehatan dan klinis milik WHO.

Karakteristik kecanduan game

Draf tersebut menjelaskan sedikitnya tiga karakteristik mereka yang mengalami gangguan bermain game, yaitu tidak dapat mengendalikan kebiasaan bermain game, memprioritaskan game di atas kepentingan lainnya serta tidak berhenti bermain game meski menyadari dampak negatifnya.

Dalam draf tersebut, WHO juga menjelaskan bahwa tidak semua game bersifat adiktif atau memberi dampak buruk bagi kesehatan mental pemainnya.

Seseorang dapat dikategorikan sebagai penderita gaming disorder jika candu terhadap game sudah benar-benar mengganggu hubungan interpersonal serta area kehidupan lainnya, seperti sekolah atau pekerjaan.

Mereka yang masuk kategori ini berlaku untuk mereka yang terus menerus memainkan game di smartphone atau duduk di depan monitor PC selama berjam-jam.

Perilaku menyimpang ini sudah berlangsung sekitar 12 bulan untuk bisa dikategorikan sebagai kelainan mental, seperti disebutkan Fortune.

Gangguan perilaku tersebut tidak hanya terjadi pada penggila game. Ciri-ciri serupa juga ditemui pada mereka yang kecanduan judi, akohol, mariyuana, kafein, atau nikotin.

Perdebatan

Dalam komunitas psikologi, kecanduan game masih diwarnai dengan perdebatan. Meski telah dinyatakan sebagai gangguan kesehatan mental oleh American Psychiatric Disorder, namun klasifikasi ini masih harus membutuhkan penelitian yang lebih mendalam.

Profesor kesehatan internasional dari Johns Hopkins Blooomberg School of Public Health, Bruce Lee, menyatakan kegiatan bermain game dapat dinilai sebagai hal yang buruk dan baik, tergantung pada konteksnya, seperti yang ditulis Business Insider.

Mengurangi stress, meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah serta meningkatkan koordinasi fisik, seperti koordinasi antara mata dengan tangan adalah hal-hal positif yang dapat dipelajari melalui game.

Selain itu, virtual reality (VR) sebagai teknologi yang digunakan dalam game juga memberi dampak baik bagi terapi yang bersifat psikologis.

sumber: cnnindonesia.com

4 Tips dari Kemenkes Agar Tetap Sehat di Musim Hujan

Nah, berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk tetap sehat di musim hujan seperti disampaikan Kementerian Kesehatan ditulis Rabu (15/2/2017).

1. Jaga pola makan

Asupan gizi merupakan aspek penting bagi daya tahan tubuh. Bila kurang nutrisi, daya tahan tubuh menurun. Sehingga kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang.

Agar memenuhi zat gizi tercukupmaka memperhatikan pola makan sehat dengan mengonsumsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman.

Frekuensi makan per hari harus tetap diperhatikan dari sarpan, makan siang dan makan malam. “Yang harus diprioritaskan adlah sarapan. Ini adlah kegiatanan makan dan minum dari bangun hingga jam sembilan pagi untuk memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi harian,” tulis Kemenkes dalam rilisnya.

Disarankan juga mengonsumsi probiotik agar terhindar dari infeksi seperti flu dan diare. Mengonsumsi probiotik membantu menjaga ususu agar sistem pencernaan lancar. Contoh makanan probiotik adalah yogurt, tahu, tempe, dan acar.

2. Olah raga

Olah raga merupakan cara sederhana dan mudah tapi besar manfaatnya. Latihan fisik selama 30 menit mampu mengaktifkan sel darah putih. Dalam buku Guyton dan Hall, sel darah putih berfungsi menyediakan pertahan yagn cepat dan kuat terhadap daerah tubuh yang mengalami peradangan.

Olah raga tidak harus dilakukan di luar ruangan, tapi juga dalam ruangan. Sehingga meski hujan, tetap bisa berolahraga.

3. Jaga kualitas tidur

Tidur merupakan waktu reses tubuh untuk pemulihan seluruh sistem anggota badan. Kualitas tidur itu sangat penting dalam menjaga kesehatan.

Pada anak usia prasekolah usia 3-5 tahun membutuhkan tidur 10-13 jam, anak sekolah usia 6-13 tahun membutuhkan tidur 9-11 jam. Lalu, remaja usia 14-17 tahun butuh 8-10 jam. Usia 18-25 tahun direkomendasikan tidur selama 7-9 jam.

Kemudian usia dewasa 26-64 tahun membutuhkan tidur 7-9 jam. Lalu para lanjut usia direkomendasikan tidur selama 7-8 jam.

4. Kelola stres

Saat musim hujan, seseorang mudah stres. Misalnya karena terlambat bekerja gara-gara hujan turun.
Ketika seseorang stres akan berdampak secara fisiologis. Seperti gelisah, detak jantung meningkat dan mudah letih. Oleh karena itu penting sekali mengelola stres.

Dalam buku Psikolog karya Carole Wade dan Carole Tavris, salah satu cara mengelola stres dengan menenangkan diri dengan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Caranya dengan membiarkan tubuh menerima ransangan apapun baik berupa suara, bau atau sentuhan yang dapat menenangkan diri.

Indonesia akan Impor Ribuan Vial Obat Penyakit Difteri

Banyak daerah mengalami kekurangan stok anti-difteri serum (ADS) sehingga Kemenkes segera mengimpor ribuan vial obat penyakit difteri tersebut.
tirto.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera mengimpor ribuan obat Antidifteri Serum (ADS) untuk menghadapi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno Sutarjo mengatakan impor obat penyakit difteri tersebut untuk memenuhi kebutuhan 4.000 Antidifteri Serum (ADS) di Indonesia pada bulan ini. Hal ini karena suplai ADS dari dalam negeri jumlahnya sangat minim.

“Biofarma menyumbang 700 vial ADS. Kita minta Badan POM untuk mempermudah impor ADS. Jadi bulan ini mungkin sudah bisa dapat 4.000-an vial,” kata Untung di Jakarta, pada Selasa (19/12/2017) seperti dikutip Antara.

Sementara untuk kebutuhan vaksin difteri dalam pelaksanaan imunisasi ulang atau “Outbreak Response Immunization” (ORI), kemenkes sudah meminta Biofarma meningkatkan jumlah produksi vaksin difteri.

Untung menjelaskan sejumlah kementerian-lembaga terkait sudah berkoordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk penanganan wabah difteri yang terus meluas.

Dalam rapat koordinasi itu disebutkan bahwa setiap pemerintah daerah harus inisiatif melaksanakan ORI di daerahnya yang terdapat kasus difteri. Kemenkes baru menetapkan tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, untuk melaksanakan imunisasi massal pada Desember 2017

“Kami juga meminta dorongan dan dukungan kementerian lain seperti Kemendagri, Panglima TNI, Kapolri, dalam penanganan ini,” kata Untung.

Laporan mengenai kekurangan stok obat serum anti-difteri memang mulai bermunculan. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menyatakan kehabisan persediaan antidifteri pada Senin kemarin. Padahal, ada 11 pasien difteri, 9 di antaranya anak-anak, yang sedang dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Untuk serum antidifteri, persediaannya memang sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Abdul Fatah.

Terkait ketiadaan serum antidifteri tersebut, ujar Abdul Fatah, pihaknya sudah meminta ke Kementerian Kesehatan. Namun, hingga kini permintaan tersebut belum ada jawaban. “Informasi yang kami terima, persediaan serum di kementerian juga terbatas. Persediaan untuk 40 pasien seluruh Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkes, sejak Januari hingga November 2017, ada 593 kasus Difteri dengan 32 kematian di 95 kabupaten-kota di 20 provinsi Indonesia.

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat obstruksi larings atau miokarditis yang dipicu oleh aktivasi eksotoksin. Pada kasus kejadian luar biasa (KLB), selain difteri farings, tonsil, dan larings, telah pula dilaporkan terjadinya difteri hidung dan difteri kulit.

Difteri sangat menular melalui droplet atau partikel air yang keluar saat orang batuk dan bersin. Penularan difteri dapat terjadi tidak hanya dari penderita saja, namun juga dari subjek pembawa kuman ini, baik anak maupun dewasa, yang tampak sehat.

Baik Kemenkes maupun organisasi profesi dokter, seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), meyakini perluasan wabah difteri di Indonesia pada akhir tahun ini membuktikan kegagalan cakupan imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus). Akibatnya, cakupan imunisasi DPT tidak cukup tinggi untuk menciptakan kekebalan di masyarakat dari penularan difteri. Karena itu, Kemenkes mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah berstatus KLB berupa pemberian imunisasi ke mereka yang berusia 0-19 tahun.

Gejala awal difteri umumnya ialah demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Tanda paling khas ialah kemunculan selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher. Bagi anak berusia kurang 15 tahun yang mengalami indikasi itu, IDAI merekomendasikan agar mereka segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Sumber: tirto.id ( Addi M Idhom )

Cara Mudah Mengeluarkan Dahak Yang Membandel

Cara menghilangkan lendir atau dahak pada tenggorokan berikut ini mungkin bermanfaat bagi kamu yang kerap mengalaminya. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan penumpukan lendir atau dahak dalam tenggorokan dan gejala ini sangat umum terjadi.
Sebelum mengikuti langkah langkah untuk mengeluarkan dahak, yang pertama yang kudu kamu lakukan adalah sedapat mungkin berusaha menghindari penyebab dari meningkatnya produksi lendir dalam tenggorokan.
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir tenggorokan, diantaranya adalah infeksi, iritasi oleh polusi udara, asap, debu, rokok, dan makanan.
Berikut beberapa cara alami yang bisa kamu lakukan untuk mengeluarkan dahak yang membandel di dalam tenggorokan:
1. Batuk atau memaksa dahak untuk keluar
Cara paling mudah menghilangkan lendir di tenggorokan adalah dengan mengeluarkannya secara manual. Caranya yakni dengan batuk. Tentu saja batuknya harus efektif atau benar. Bagaimana caranya agar batuk efektif mengeluarkan dahak? Cobalah duduk dalam posisi badan tegak, siapkan tisur dan wadah yang digunakan untuk menampung dahak. Lalu hirup nafas dalam dalam melalui hidung, tahan sebentar, kemudian secara perlahan keluarkan melalui mulut. Ulangi cara ini hingga dua kali. Kemudian pada saat tarikan nafas yang ketiga, hiruplah nafas dalam-dalam melalui hidung, tahan hingga hitungan ketiga, lalu batukkan sekuatnya sampai dua atau tiga kali berturut-turut tanpa menghirup nafas.
2. Jahe
Jahe merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang berkhasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit pada saluran pernafasan. Minum air jahe hangat dapat menghilangkan lendir di tenggorokan sekaligus menyembuhkan batuknya. Cara membuatnya yaitu siapkan dua ruas jahe, cuci hingga bersih lalu digepuk supaya aroma segarnya lebih terasa. Masukkan jahe pada satu gelas air panas, dan tambahkan gula secukupnya sebagai pemanis. Kemudian minum selagi hangat. Minum ramuan jahe secara rutin 2 kali sehari maka lendir Anda akan segera hilang.
3. Jeruk nipis
Air jeruk nipis merupakan salah satu minuman yang cukup efektif untuk menghilangkan lendir di tenggorokan. Selain baunya yang khas juga rasanya yang menyegarkan serta mampu melegakan tenggorokan. Kandungan vitamin C dalam jeruk nipis ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu mengusir virus penyebab lendir di tenggorokan. Cara membuatnya pun cukup mudah, siapkan satu buah jeruk nipis lalu peras airnya dan campurkan pada segelas air panas. Tambahkan gula secukupnya atau madu secukupnya, kemudian minum selagi hangat.
4. Daun mint
Daun mint selama ini digunakan sebagai bahan alami pembuat obat batuk pengencer dahak. Oleh karena itu khasiat dari daun mint ini tidak lagi diragukan. Cara penyajian, siapkan beberapa lembar daun mint, jangan lupa dicuci hingga bersih lalu masukan pada segelas air panas. Tunggu beberapa saat hingga meresap, kemudian minum saat hangat.
sumber: medisiana.net

Klarifikasi BPJS Kesehatan tentang Isu Penghapusan 8 Penyakit

Kedelapan penyakit tersebut, yakni:

1. Jantung

2. Gagal ginjal

3. Kanker

4. Stroke

5. Sirosis hepatitis

6. Thalasemia

7. Leukimia

8. Hemofilia

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat pun angkat bicara. Menurut dia, ketika itu, BPJS Kesehatan diminta paparan tentang perkembangan pengelolaan JKN-KIS. Lalu dalam paparan tersebut ditampilkan sebagai gambaran di Jepang, Korea, Jerman, dan negara-negara lainnya yang menerapkan cost sharing.

“BPJS Kesehatan diminta paparan pada Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI pada hari kamis tanggal 23 November 2017 tentang bagaimana membiayai penyakit katastropik, segala hal terkait manfaat jaminan diatur dalam peraturan perundang-undangan yg diterbitkan oleh regulator,” ungkap Nopi melalui pesan singkat.

Mengenai cost sharing, kata dia, belum diputuskan. “Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi salah pengertian. Ini hanya gambaran dan referensi akademik untuk diketahui perbandingannya dengan kondisi di negara2 lain yg menerapkan cost sharing.”

Menurut Nopi, saat era Askes dulu, pemerintah memberikan dana subsidi bagi penyakit-penyakit katastropik. Pemberian dana tersebut dilakukan sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2013.

“Sejak PT Askes (Persero) bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan pada 2014 lalu sampai sekarang, belum ada regulasi tentang subsidi pemerintah untuk penyakit katastropik. Padahal dulu ada subsidi. Saat ini hal tersebut tengah diusulkan untuk revisi Perpres,” jelas Nopi.

sumber: Liputan6.com

Umat Islam dan Kristen Palestina Bersatu Menentang AS soal Yerusalem

Umat Islam dan Kristen Palestina Bersatu Menentang AS soal Yerusalem
Para warga Yahudi ambil bagian dalam perayaan Sukkot, di Tembok Barat, situs doa tersuci umat Yahudi, di Kota Tua Yerusalem 8 Oktober 2017. REUTERS/Amir Cohen/File Photo

YERUSALEM – Gerakan perlawanan rakyat Palestina atas pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, bangkit tak hanya dari kalangan umat Islam. Umat Kristen Palestina juga tergerak bergabung dengan komunitas Muslim untuk terus melakukan perlawanan.

Pekan lalu, satu jam setelah Presiden AS membuat pengakuan soal status Yerusalem, orang-orang Palestina mematikan lampu pohon natal di luar Bethlehem’s Church of the Nativity, gereja yang diyakini sebagai situs kelahiran Yesus. Pemadaman lampu itu sebagai protes.

Pada hari Minggu, musisi Palestina Fredrick Hazo keluar dari kebaktian Minggu di Gereja Katolik Asyur di Yerusalem. Dia berujar, Trump menyeret seluruh dunia ke dalam masalah, dan meminta pemimpin AS itu untuk menarik keputusannya.

”Kami bersatu—Kristen, Muslim—kami satu,” kata musisi berusia 59 tahun itu, berdiri di sebuah gang di jantung Kota Tua Yerusalem, dikelilingi oleh toko-toko yang menjual pernak-pernik religius.

Dia frustrasi dengan politik, namun yakin keseimbangan yang ketat yang dimiliki tiga agama di kota suci itu akan berhasil. ”Di tempat suci ini, Tuhan melindungi kita semua. Kita dijaga oleh malaikat-malaikat-Nya di Yerusalem,” ujar Hazo.

Orang-orang Kristen membentuk sekitar satu persen penduduk Palestina di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Namun, mereka tidak mendominasi politik lokal dan nasional.

Solidaritas Hazo dan warga Kristen lainnya untuk bergabung dengan umat Muslim bukan sekali ini saja. Pada bulan Juli lalu, Hazo bergabung dengan umat Islam memprotes instalasi pemindai keamanan Israel di Masjid al-Aqsa. Pemindai itu dipasang setelah dua pria Arab-Israel bersenjata menembak mati dua petugas polisi Israel di lokasi tersebut.

Penghapusan pemindai termasuk detektor logam itu terjadi setelah bentrokan berdarah selama beberapa hari. Pemandangan seperti itu terulang lagi di Kota Yerusalem sejak pernyataan Presiden AS.

Meskipun umat Kristen Palestina memilih bersatu dengan umat Islam menentang keputusan AS soal status Yerusalem, namun suara umat Kristen di luar Palestina terpecah.

Di AS, ada komunitas gereja yang menentang keputusan Presiden Trump, namun ada juga yang mendukung. Gereja Episkopal Amerika Serikat adalah pihak yang menentang dengan menyatakan bahwa pengumuman Presiden Trump dapat memiliki konsekuensi mendalam dalam proses perdamaian dan masa depan solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.

Sedangkan kelompok evangelis kulit putih cenderung mendukung keputusan Presiden AS tersebut.

”Kami semua adalah orang-orang yang percaya Alkitab dan kami percaya bahwa ini adalah tanah Bible dan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel kuno kembali ke zaman King David (Raja Daud),” kata Mike Evans yang berbasis di Dallas, bagian dari kelompok evangelis yang bertemu dengan Trump pada hari Senin.

”Jadi untuk presiden, kami berdiri dan menyatakan bahwa hal itu membuat kami sangat bangga dan terhormat,” ujarnya, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/12/2017).