Ada 3 Jenis Mutasi Virus Corona yang Ditemukan, Apa saja?

Ada 3 Jenis Mutasi Virus Corona yang Ditemukan, Apa saja?

Bukan Hanya Satu, Virus Corona yang Tengah Mewabah Diklaim Pakar Terdiri  dari 3 Tipe - Pikiran-Rakyat.com

Mutasi virus Corona baru-baru ini ditemukan di Kota Manaus, Amazon, Brasil. Varian baru ini meningkatkan kekhawatiran lebih besar terhadap risiko penularannya.

Untuk membuktikannya, tim peneliti yang dipimpin oleh ahli imunologi Ester Sabino mengumpulkan data genom dari tes virus Corona di Manaus. Hasilnya menunjukkan, bahwa ada 42 persen kasus terinfeksi varian baru Corona yang memiliki mutasi mirip dengan varian Inggris dan Afrika Selatan.

“Ini frekuensi yang muncul di data kami pada bulan Desember. Kami menyelesaikan pada Januari dan jumlahnya meningkat,” kata Sabino yang dikutip dari Reuters, Minggu (24/1/2021).

Tak hanya Brasil, berikut beberapa mutasi virus Corona yang telah ditemukan dikutip dari berbagai sumber. Apa saja?

1. Mutasi virus Corona D614G

Sebelumnya, mutasi virus Corona D614G sempat ramai jadi perbincangan. Pasalnya, sebuah studi menjunjukkan bahwa mutasi virus Corona COVID-19 ini diklaim lebih menular 10 kali lipat.

Dikutip dari laman Times of India, D614G terletak di dalam protein yang menyusun spike virus yang digunakannya untuk masuk ke dalam sel manusia. Mutasi virus Corona ini mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin), sehingga dinamakan D-614-G.

Mutasi ini diduga muncul beberapa saat setelah wabah awal Wuhan. Sesuai laporan BCC pada bulan Juli tahun 2020, strain ini terlihat pada sebanyak 97 persen sampel di seluruh dunia.

Bagaimana D614G menjadi dominan?

Ahli biologi komputasi & ahli genetik, Bette Korber menjelaskan kenapa D614G bisa menjadi mutasi yang dominan di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi dari varian D614G memiliki penyebaran yang lebih tinggi dibandingkan virus aslinya.

Korber menjelaskan varian D614G begitu dominan, hingga kini menjadi pandemi. Varian ini sudah berlangsung selama beberapa waktu, bahkan mungkin sejak awal epidemi di tempat-tempat seperti Inggris Raya dan pantai timur AS.

2. Mutasi virus Corona B117

Mutasi virus Corona B117 pertama kali terdeteksi di Inggris menyebar luas. Sebagian negara pun sudah melaporkan kemunculan varian tersebut, termasuk di Malaysia dan Singapura.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memprediksi jika mutasi virus Corona B117 akan jadi varian yang dominan, setidaknya di Amerika Serikat (AS), pada Maret 2021 mendatang. Ini terjadi karena varian tersebut bersifat lebih mudah menular sehingga kasusnya meningkat dengan pesat.

“Dalam model kami prevalensi B117 awalnya rendah. Tapi karena lebih mudah menular daripada varian yang ada sekarang, varian B117 ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat di awal 2021 dan menjadi varian yang dominan di bulan Maret,” tulis tim CDC seperti dikutip dari laman.

Ketua tim bidang molekuler CDC, Dr Gregory Armstrong, menjelaskan ini artinya perlu upaya yang lebih keras untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. Kasus dapat ditekan bila masyarakat dapat semakin disiplin dan proses vaksinasi dengan cakupan yang luas berjalan lancar.

“Bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Gregory.

3. Mutasi virus Corona 501.V2

Mutasi virus Corona yang ditemukan dan diidentifikasi para ilmuwan di Afrika Selatan adalah 501.V2. Varian tersebut juga disebut menjelaskan bagaimana penyebaran COVID-19 di gelombang kedua di negara tersebut bisa terjadi begitu cepat.

“Varian ganas dari virus Corona telah terdeteksi di Afrika Selatan yang berpengaruh pada penyebaran cepat gelombang kedua, dan bisa menyerang orang yang lebih muda,” kata Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize, yang dikutip dari laman Straits Times.

“Dikenal sebagai Varian 501.V2, itu diidentifikasi oleh para peneliti Afrika Selatan dan rinciannya telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia,” tambah Zwelini Mkhize dalam sebuah pernyataan.

Tim peneliti yang dipimpin Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP) pun mengurutkan ratusan sampel Corona sejak wabah merebak di sana, dan menemukan mutasi virus Corona ini semakin mendominasi dua bulan belakangan.

Sumber : health.detik.com


Leave a Reply