Sudah Disiplin 3M Tetap Terpapar Covid-19, Lantas Bagaimana?

ilustrasi : Merdeka.com

KOMPAS.com – Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci setuju dengan ide sejumlah orang yang menggunakan dua buah masker sekaligus. Ini salah satunya terlihat pada pelantikan Presiden Joe Biden beberapa waktu lalu. Saat itu, beberapa orang terlihat melapisi ganda masker merek, termasuk menggunakan dua buah, untuk perlindungan lebih Menurut Fauci, menggunakan masker adalah ide yang baik, terutama untuk mencegah varian baru Covid-19 yang lebih mudah menular.

Adapun varian baru tersebut pertama kali diidentifikasi di Inggris. “Jika Anda menggunakan masker dan melapisinya lagi, maka masuk akal jika itu bisa lebih efektif.” “Itulah alasannya beberapa orang menggunakan dua masker atau melapisi dengan N95,” katanya dalam TODAY NBC News, seperti dilansir Insider.

Namun, tipe masker juga menjadi penting dan memengaruhi perlindungan yang ditawarkannya. Misalnya, menggunakan masker bedah atau N95 sebagai pelapis luar.

Opsi lainnya adalah menggunakan masker kain dua lapis pada bagian luar dan masker bedah sekali pakai pada bagian dalam, alih-alih menggunakan dua masker selapis.

Tiga lapisan masker yang digunakan masing-masingnya menawarkan perlindungan yang berbeda. Laisan terluar untuk melindungi kita dari cipratan dan tetesan ( droplet), lapisan tengah sebagai penyaring dan lapisan paling dalam untuk menyerap tetesan dari mulut kita, seperti air liur dan keringat.

Opsi lainnya yang juga bisa dicoba adalah menggunakan masker kain dua lapis dan mengenakan face shield untuk pelindung terluar, meskipun beberapa bukti ilmiah mengatakan bahwa masker lebih melindungi daripada face shield.

Namun, terlepas dari berapa lapis masker yang kita gunakan, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya dengan ketat. Selain menggunakan masker yang tepat, pastikan kamu juga mempraktikkan jaga jarak sosial, mencuci tangan secara rutin dan menghindari kerumunan, terutama di dalam ruangan.

Sumber: Kompas.com

Ada 3 Jenis Mutasi Virus Corona yang Ditemukan, Apa saja?

Bukan Hanya Satu, Virus Corona yang Tengah Mewabah Diklaim Pakar Terdiri  dari 3 Tipe - Pikiran-Rakyat.com

Mutasi virus Corona baru-baru ini ditemukan di Kota Manaus, Amazon, Brasil. Varian baru ini meningkatkan kekhawatiran lebih besar terhadap risiko penularannya.

Untuk membuktikannya, tim peneliti yang dipimpin oleh ahli imunologi Ester Sabino mengumpulkan data genom dari tes virus Corona di Manaus. Hasilnya menunjukkan, bahwa ada 42 persen kasus terinfeksi varian baru Corona yang memiliki mutasi mirip dengan varian Inggris dan Afrika Selatan.

“Ini frekuensi yang muncul di data kami pada bulan Desember. Kami menyelesaikan pada Januari dan jumlahnya meningkat,” kata Sabino yang dikutip dari Reuters, Minggu (24/1/2021).

Tak hanya Brasil, berikut beberapa mutasi virus Corona yang telah ditemukan dikutip dari berbagai sumber. Apa saja?

1. Mutasi virus Corona D614G

Sebelumnya, mutasi virus Corona D614G sempat ramai jadi perbincangan. Pasalnya, sebuah studi menjunjukkan bahwa mutasi virus Corona COVID-19 ini diklaim lebih menular 10 kali lipat.

Dikutip dari laman Times of India, D614G terletak di dalam protein yang menyusun spike virus yang digunakannya untuk masuk ke dalam sel manusia. Mutasi virus Corona ini mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartat) menjadi G (glisin), sehingga dinamakan D-614-G.

Mutasi ini diduga muncul beberapa saat setelah wabah awal Wuhan. Sesuai laporan BCC pada bulan Juli tahun 2020, strain ini terlihat pada sebanyak 97 persen sampel di seluruh dunia.

Bagaimana D614G menjadi dominan?

Ahli biologi komputasi & ahli genetik, Bette Korber menjelaskan kenapa D614G bisa menjadi mutasi yang dominan di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi dari varian D614G memiliki penyebaran yang lebih tinggi dibandingkan virus aslinya.

Korber menjelaskan varian D614G begitu dominan, hingga kini menjadi pandemi. Varian ini sudah berlangsung selama beberapa waktu, bahkan mungkin sejak awal epidemi di tempat-tempat seperti Inggris Raya dan pantai timur AS.

2. Mutasi virus Corona B117

Mutasi virus Corona B117 pertama kali terdeteksi di Inggris menyebar luas. Sebagian negara pun sudah melaporkan kemunculan varian tersebut, termasuk di Malaysia dan Singapura.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memprediksi jika mutasi virus Corona B117 akan jadi varian yang dominan, setidaknya di Amerika Serikat (AS), pada Maret 2021 mendatang. Ini terjadi karena varian tersebut bersifat lebih mudah menular sehingga kasusnya meningkat dengan pesat.

“Dalam model kami prevalensi B117 awalnya rendah. Tapi karena lebih mudah menular daripada varian yang ada sekarang, varian B117 ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat di awal 2021 dan menjadi varian yang dominan di bulan Maret,” tulis tim CDC seperti dikutip dari laman.

Ketua tim bidang molekuler CDC, Dr Gregory Armstrong, menjelaskan ini artinya perlu upaya yang lebih keras untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. Kasus dapat ditekan bila masyarakat dapat semakin disiplin dan proses vaksinasi dengan cakupan yang luas berjalan lancar.

“Bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Gregory.

3. Mutasi virus Corona 501.V2

Mutasi virus Corona yang ditemukan dan diidentifikasi para ilmuwan di Afrika Selatan adalah 501.V2. Varian tersebut juga disebut menjelaskan bagaimana penyebaran COVID-19 di gelombang kedua di negara tersebut bisa terjadi begitu cepat.

“Varian ganas dari virus Corona telah terdeteksi di Afrika Selatan yang berpengaruh pada penyebaran cepat gelombang kedua, dan bisa menyerang orang yang lebih muda,” kata Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize, yang dikutip dari laman Straits Times.

“Dikenal sebagai Varian 501.V2, itu diidentifikasi oleh para peneliti Afrika Selatan dan rinciannya telah dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia,” tambah Zwelini Mkhize dalam sebuah pernyataan.

Tim peneliti yang dipimpin Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP) pun mengurutkan ratusan sampel Corona sejak wabah merebak di sana, dan menemukan mutasi virus Corona ini semakin mendominasi dua bulan belakangan.

Sumber : health.detik.com

Waspada, 4 Hal Ini Bikin Gula Darah Melonjak

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat kerap mengasosiasikan kadar gula darah meningkat gara-gara mengonsumsi makanan atau minuman manis. Padahal, ada beberapa hal di luar itu yang memicu kadar gula darah seseorang melonjak.

Mulai dari kurang tidur hingga konsumsi makanan tinggi lemak, berikut empat hal yang bikin kadar gula darah melonjak. Selengkapnya, seperti mengutip Reader’s Digest, Kamis (4/1/2018).

1. Tidak sarapan

Bagi Anda yang malas sarapan, coba pikir-pikir ulang deh. Studi di 2013 menunjukkan wanita dengan berat badan berlebih yang tidak sarapan memiliki tingkat insulin dan gula darah lebih tinggi usai makan siang dibanding mereka yang sarapan.

Masih kurang bukti efek buruk tidak sarapan? Dalam sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition disebutkan pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 21 persen terkena diabetes dibanding yang sarapan.

Sarapan memang salah satu waktu makan penting dalam kehidupan. Agar gula darah tetap stabil, pastikan memilih sarapan yang kaya protein dan lemak sehat.

2. Makanan tinggi lemak

Fast Food

Orang yang sudah terkena diabetes mungkin takut dengan kandungan karbohdirat dalam makanan. Selain itu, fakta terbaru menyebutkan, makanan tinggi lemak juga bisa memengaruhi kadar gula darah. Hal ini terungkap dalam Journal of Nutrition di 2011.

Peneliti menduga, kadar lemak yang tinggi dalam darah memengaruhi kemampuan tubuh membersihkan gula dari darah.

3. Kurang tidur

Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Kurang Tidur

Istirahat cukup salah satunya dengan tidur 7-8 jam per hari penting bagi kesehatan. Dalam studi di Belanda disebutkan, pasien diabetes tipe 1 yang tidur hanya empat jam semalam, sensitivitas insulin menurun hingga 20 persen.

“Kurang tidur membuat tubuh mengalami stres kronis. Dan setiap kali stres, berarti kadar gula darah meningkat,” kata pakar diabetes dari Joslin Diabetes Center di Boston, Amerika Serikat, Patty Bonsignore.

4. Merokok

Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Terutama bagi penderita diabetes.

Dalam studi yang dilakukan California State Polytechnic University di 2011 menemukan semakin banyak sampel nikotin di darah, semakin tinggi kadar gula darah. Ketika kadar gula darah meningkat, risiko komplikasi pada pasien diabetes pun meningkat.

Sumber: http://health.liputan6.com

WHO Akan Masukkan Kecanduan Main Game Jadi ‘Kelainan Mental’ Eka Santhika , CNN Indonesia | Rabu, 27/12/2017 16:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Ketagihan bermain game rencananya akan diklasifikasikan sebagai salah satu gangguan kesehatan mental pada 2018. Wacana ini dikemukakan oleh Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau World Health Organisation (WHO).

Hal ini disebutkan dalam sebuah dokumen yang masih berbentuk draf dalam tahap beta.

Draf tersebut merupakan versi pembaharuan yang kesebelas dari International Classification of Disease (ICD). ICD sendiri adalah panduan standar diagnostik untuk tujuan epidemiologi, manajemen kesehatan dan klinis milik WHO.

Karakteristik kecanduan game

Draf tersebut menjelaskan sedikitnya tiga karakteristik mereka yang mengalami gangguan bermain game, yaitu tidak dapat mengendalikan kebiasaan bermain game, memprioritaskan game di atas kepentingan lainnya serta tidak berhenti bermain game meski menyadari dampak negatifnya.

Dalam draf tersebut, WHO juga menjelaskan bahwa tidak semua game bersifat adiktif atau memberi dampak buruk bagi kesehatan mental pemainnya.

Seseorang dapat dikategorikan sebagai penderita gaming disorder jika candu terhadap game sudah benar-benar mengganggu hubungan interpersonal serta area kehidupan lainnya, seperti sekolah atau pekerjaan.

Mereka yang masuk kategori ini berlaku untuk mereka yang terus menerus memainkan game di smartphone atau duduk di depan monitor PC selama berjam-jam.

Perilaku menyimpang ini sudah berlangsung sekitar 12 bulan untuk bisa dikategorikan sebagai kelainan mental, seperti disebutkan Fortune.

Gangguan perilaku tersebut tidak hanya terjadi pada penggila game. Ciri-ciri serupa juga ditemui pada mereka yang kecanduan judi, akohol, mariyuana, kafein, atau nikotin.

Perdebatan

Dalam komunitas psikologi, kecanduan game masih diwarnai dengan perdebatan. Meski telah dinyatakan sebagai gangguan kesehatan mental oleh American Psychiatric Disorder, namun klasifikasi ini masih harus membutuhkan penelitian yang lebih mendalam.

Profesor kesehatan internasional dari Johns Hopkins Blooomberg School of Public Health, Bruce Lee, menyatakan kegiatan bermain game dapat dinilai sebagai hal yang buruk dan baik, tergantung pada konteksnya, seperti yang ditulis Business Insider.

Mengurangi stress, meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah serta meningkatkan koordinasi fisik, seperti koordinasi antara mata dengan tangan adalah hal-hal positif yang dapat dipelajari melalui game.

Selain itu, virtual reality (VR) sebagai teknologi yang digunakan dalam game juga memberi dampak baik bagi terapi yang bersifat psikologis.

sumber: cnnindonesia.com

Indonesia akan Impor Ribuan Vial Obat Penyakit Difteri

Banyak daerah mengalami kekurangan stok anti-difteri serum (ADS) sehingga Kemenkes segera mengimpor ribuan vial obat penyakit difteri tersebut.
tirto.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera mengimpor ribuan obat Antidifteri Serum (ADS) untuk menghadapi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno Sutarjo mengatakan impor obat penyakit difteri tersebut untuk memenuhi kebutuhan 4.000 Antidifteri Serum (ADS) di Indonesia pada bulan ini. Hal ini karena suplai ADS dari dalam negeri jumlahnya sangat minim.

“Biofarma menyumbang 700 vial ADS. Kita minta Badan POM untuk mempermudah impor ADS. Jadi bulan ini mungkin sudah bisa dapat 4.000-an vial,” kata Untung di Jakarta, pada Selasa (19/12/2017) seperti dikutip Antara.

Sementara untuk kebutuhan vaksin difteri dalam pelaksanaan imunisasi ulang atau “Outbreak Response Immunization” (ORI), kemenkes sudah meminta Biofarma meningkatkan jumlah produksi vaksin difteri.

Untung menjelaskan sejumlah kementerian-lembaga terkait sudah berkoordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk penanganan wabah difteri yang terus meluas.

Dalam rapat koordinasi itu disebutkan bahwa setiap pemerintah daerah harus inisiatif melaksanakan ORI di daerahnya yang terdapat kasus difteri. Kemenkes baru menetapkan tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, untuk melaksanakan imunisasi massal pada Desember 2017

“Kami juga meminta dorongan dan dukungan kementerian lain seperti Kemendagri, Panglima TNI, Kapolri, dalam penanganan ini,” kata Untung.

Laporan mengenai kekurangan stok obat serum anti-difteri memang mulai bermunculan. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menyatakan kehabisan persediaan antidifteri pada Senin kemarin. Padahal, ada 11 pasien difteri, 9 di antaranya anak-anak, yang sedang dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Untuk serum antidifteri, persediaannya memang sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Abdul Fatah.

Terkait ketiadaan serum antidifteri tersebut, ujar Abdul Fatah, pihaknya sudah meminta ke Kementerian Kesehatan. Namun, hingga kini permintaan tersebut belum ada jawaban. “Informasi yang kami terima, persediaan serum di kementerian juga terbatas. Persediaan untuk 40 pasien seluruh Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkes, sejak Januari hingga November 2017, ada 593 kasus Difteri dengan 32 kematian di 95 kabupaten-kota di 20 provinsi Indonesia.

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat obstruksi larings atau miokarditis yang dipicu oleh aktivasi eksotoksin. Pada kasus kejadian luar biasa (KLB), selain difteri farings, tonsil, dan larings, telah pula dilaporkan terjadinya difteri hidung dan difteri kulit.

Difteri sangat menular melalui droplet atau partikel air yang keluar saat orang batuk dan bersin. Penularan difteri dapat terjadi tidak hanya dari penderita saja, namun juga dari subjek pembawa kuman ini, baik anak maupun dewasa, yang tampak sehat.

Baik Kemenkes maupun organisasi profesi dokter, seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), meyakini perluasan wabah difteri di Indonesia pada akhir tahun ini membuktikan kegagalan cakupan imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus). Akibatnya, cakupan imunisasi DPT tidak cukup tinggi untuk menciptakan kekebalan di masyarakat dari penularan difteri. Karena itu, Kemenkes mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah berstatus KLB berupa pemberian imunisasi ke mereka yang berusia 0-19 tahun.

Gejala awal difteri umumnya ialah demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Tanda paling khas ialah kemunculan selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher. Bagi anak berusia kurang 15 tahun yang mengalami indikasi itu, IDAI merekomendasikan agar mereka segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Sumber: tirto.id ( Addi M Idhom )

Klarifikasi BPJS Kesehatan tentang Isu Penghapusan 8 Penyakit

Kedelapan penyakit tersebut, yakni:

1. Jantung

2. Gagal ginjal

3. Kanker

4. Stroke

5. Sirosis hepatitis

6. Thalasemia

7. Leukimia

8. Hemofilia

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat pun angkat bicara. Menurut dia, ketika itu, BPJS Kesehatan diminta paparan tentang perkembangan pengelolaan JKN-KIS. Lalu dalam paparan tersebut ditampilkan sebagai gambaran di Jepang, Korea, Jerman, dan negara-negara lainnya yang menerapkan cost sharing.

“BPJS Kesehatan diminta paparan pada Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI pada hari kamis tanggal 23 November 2017 tentang bagaimana membiayai penyakit katastropik, segala hal terkait manfaat jaminan diatur dalam peraturan perundang-undangan yg diterbitkan oleh regulator,” ungkap Nopi melalui pesan singkat.

Mengenai cost sharing, kata dia, belum diputuskan. “Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi salah pengertian. Ini hanya gambaran dan referensi akademik untuk diketahui perbandingannya dengan kondisi di negara2 lain yg menerapkan cost sharing.”

Menurut Nopi, saat era Askes dulu, pemerintah memberikan dana subsidi bagi penyakit-penyakit katastropik. Pemberian dana tersebut dilakukan sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2013.

“Sejak PT Askes (Persero) bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan pada 2014 lalu sampai sekarang, belum ada regulasi tentang subsidi pemerintah untuk penyakit katastropik. Padahal dulu ada subsidi. Saat ini hal tersebut tengah diusulkan untuk revisi Perpres,” jelas Nopi.

sumber: Liputan6.com

Umat Islam dan Kristen Palestina Bersatu Menentang AS soal Yerusalem

Umat Islam dan Kristen Palestina Bersatu Menentang AS soal Yerusalem
Para warga Yahudi ambil bagian dalam perayaan Sukkot, di Tembok Barat, situs doa tersuci umat Yahudi, di Kota Tua Yerusalem 8 Oktober 2017. REUTERS/Amir Cohen/File Photo

YERUSALEM – Gerakan perlawanan rakyat Palestina atas pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, bangkit tak hanya dari kalangan umat Islam. Umat Kristen Palestina juga tergerak bergabung dengan komunitas Muslim untuk terus melakukan perlawanan.

Pekan lalu, satu jam setelah Presiden AS membuat pengakuan soal status Yerusalem, orang-orang Palestina mematikan lampu pohon natal di luar Bethlehem’s Church of the Nativity, gereja yang diyakini sebagai situs kelahiran Yesus. Pemadaman lampu itu sebagai protes.

Pada hari Minggu, musisi Palestina Fredrick Hazo keluar dari kebaktian Minggu di Gereja Katolik Asyur di Yerusalem. Dia berujar, Trump menyeret seluruh dunia ke dalam masalah, dan meminta pemimpin AS itu untuk menarik keputusannya.

”Kami bersatu—Kristen, Muslim—kami satu,” kata musisi berusia 59 tahun itu, berdiri di sebuah gang di jantung Kota Tua Yerusalem, dikelilingi oleh toko-toko yang menjual pernak-pernik religius.

Dia frustrasi dengan politik, namun yakin keseimbangan yang ketat yang dimiliki tiga agama di kota suci itu akan berhasil. ”Di tempat suci ini, Tuhan melindungi kita semua. Kita dijaga oleh malaikat-malaikat-Nya di Yerusalem,” ujar Hazo.

Orang-orang Kristen membentuk sekitar satu persen penduduk Palestina di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Namun, mereka tidak mendominasi politik lokal dan nasional.

Solidaritas Hazo dan warga Kristen lainnya untuk bergabung dengan umat Muslim bukan sekali ini saja. Pada bulan Juli lalu, Hazo bergabung dengan umat Islam memprotes instalasi pemindai keamanan Israel di Masjid al-Aqsa. Pemindai itu dipasang setelah dua pria Arab-Israel bersenjata menembak mati dua petugas polisi Israel di lokasi tersebut.

Penghapusan pemindai termasuk detektor logam itu terjadi setelah bentrokan berdarah selama beberapa hari. Pemandangan seperti itu terulang lagi di Kota Yerusalem sejak pernyataan Presiden AS.

Meskipun umat Kristen Palestina memilih bersatu dengan umat Islam menentang keputusan AS soal status Yerusalem, namun suara umat Kristen di luar Palestina terpecah.

Di AS, ada komunitas gereja yang menentang keputusan Presiden Trump, namun ada juga yang mendukung. Gereja Episkopal Amerika Serikat adalah pihak yang menentang dengan menyatakan bahwa pengumuman Presiden Trump dapat memiliki konsekuensi mendalam dalam proses perdamaian dan masa depan solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.

Sedangkan kelompok evangelis kulit putih cenderung mendukung keputusan Presiden AS tersebut.

”Kami semua adalah orang-orang yang percaya Alkitab dan kami percaya bahwa ini adalah tanah Bible dan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel kuno kembali ke zaman King David (Raja Daud),” kata Mike Evans yang berbasis di Dallas, bagian dari kelompok evangelis yang bertemu dengan Trump pada hari Senin.

”Jadi untuk presiden, kami berdiri dan menyatakan bahwa hal itu membuat kami sangat bangga dan terhormat,” ujarnya, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/12/2017).

Selain 25 Korban Jiwa, Bencana Alam Pacitan Juga Rusak 615 Rumah Warga

Selain 25 korban jiwa, bencana alam banjir dan tanah longsor di Pacitan juga merusak sebanyak 615 rumah warga di delapan kecamatan di Kabupaten Pacitan.

Data yang dihimpun Pacitanku.com dari laman infobencana.pacitankab.go.id, Senin (4/12/2017) menunjukkan bahwa  wilayah dengan kerusakan rumah terbanyak berada di Kecamatan Nawangan dengan 196 rumah, Kebonagung 178 rumah, Ngadirojo 101 rumah, Tegalombo 24 rumah, Tulakan 45 rumah, Punung 42 rumah, Donorojo 21 rumah dan Pringkuku empat rumah.

Selain rumah warga rusak, sepanjang 23.130 meter jalan di Pacitan mengalami kerusakan dari tingkat sedang hingga cukup parah, 820 meter tanggul rusak dan 86 meter jembatan rusak.

Sementara, jumlah korban hingga Senin (4/12/2017) pagi adalah 25 orang meninggal dunia.

 “Rekapitulasi jumlah korban Bencal banjir dan tanah longsor terdiri dari enam korban banjir, 19 orang korban tanah longsor, korban yang sudah ditemukan 20 orang dan yang belum ditemukan lima orang,”kata komandan tanggap darurat bencana alam Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang kepada Pacitanku.com.

Korban terbanyak, kata Aris, adalah dari Kecamatan Kebonagung sebanayk 12 orang meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor.

“Di Kecamatan Pacitan lima orang meninggal akibat banjir, di Tulakan tiga orang akibat tanah longsor, di Tegalombo satu orang akibat banjir, di Nawangan ada dua orang akibat bencana alam tanah longsor, di Arjosari dua korban akibat tanah longsor,”ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pencarian dua korban bencana alam tanah longsor di RT/RW 3/XIII Dusun Dusun Gemah Desa Ketro Tulakan hingga Minggu (3/12/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB belum membuahkan hasil.

Sulitnya medan menjadi kendala pencarian dua korban yang tertimbun bersama puluhan ekor kambingnya tersebut. Sampai Minggu sore, tim evakuasi belum juga menemukan korban ,hal ini di karenakan rumah korban tertutup batu batu berukuran besar. Sedangkan tim menggunakan alat manual karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi terjadinya bencana.

Selain dua korban, dilaporkan bahwa bencana alam tanah longsor di kawasan tersebut menutup akses jalan menuju Juruk Bangkong dan sempat mengisolir sekitar 15 kepala keluarga.

Pada pencarian hari Minggu (3/12/2017) kemarin, tim SAR gabungan bersama warga berhasil menemukan jenazah seorang korban tanah longsor atas nama Tumadi (77) warga RT/RW 3/I, Dusun Krajan, Desa Mlati Arjosari. Tumadi ditemukan pada Minggu (3/12/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Berikut data korban bencana alam Pacitan yang dirilis laman resmi bencana alam Pacitan infobencana.pacitankab.go.id

Korban Banjir Meninggal Dunia

  1. Maryati (55) warga Desa Kayen, Pacitan
  2. Mudjiono (57) warga Desa Sukoharjo, Pacitan
  3. Mislan (56) warga  RT/RW 04/II Dusun Winongan, Desa Sirnoboyo Pacitan
  4. Amri Suhastomo (25) warga Kelurahan Bangunsari, Pacitan
  5. Eko Susono (34) warga Kecamatan Wlingi, Blitar

Korban Banjir Belum Ditemukan

  1. Bonatin, (50), warga Dusun Grigak, Desa Kemuning Tegalombo

Korban Tanah Longsor Meninggal Dunia

  1. Darto, warga RT/RW 2/III Dusun Mujing Desa Sanggrahan Kebonagung
  2. Temu (57) warga RT/RW 02/VII Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kebonagung
  3. Siti Kamilah (22) warga RT/RW 02/VII Dusun Blimbing, Desa Klesem, Kebonagung
  4. Parno (73) warga  Dusun Duren RT 03/VI Desa Klesem, Kebonagung
  5. Rozak (17) warga  Dusun Duren RT 03/VI Desa Klesem, Kebonagung
  6. Kasih (70) warga  Dusun Duren RT 03/VI Desa Klesem, Kebonagung
  7. Suginem (68) warga Dusun Ngaren Desa Sanggrahan, Kebonagung
  8. Fitri (3) warga RT/RW 02/VII Dusun Blimbing Desa Klesem, Kebonagung
  9. Sutirah (74) warga RT/RW 03/VIII Dusun Wonokeso Desa Losari, Tulakan
  10. Satiman (65) warga Dusun Penggung Desa Penggung, Nawangan
  11. Tumadi (77) warga RT/RW 3/I, Dusun Krajan, Desa Mlati Arjosari
  12. Hero Nyoto Raharjo (53) RT/RW 03/VI Dusun Sibu, Desa Hargosari Tirtomoyo Wonogiri
  13. Siti Khuzaimah, (27) warga RT/RW 01/II Dusun Krajan Desa Karangrejo Arjosari
  14. Katemi warga RT/RW 2/III Dusun Mujing Desa Sanggrahan Kebonagung

Korban Tanah Longsor Belum Ditemukan

  1. Sukesi (41) warga  Dusun Duren RT 03/VI Desa Klesem Kebonagung
  2. Yusuf (61) warga Dusun Mantenan Desa Sidomulyo Kebonagung
  3. Inem (60) warga Dusun Mantenan Desa Sidomulyo Kebonagung
  4. Sirto (70) warga RT/RW 3/XIII Dusun Dusun Gemah Desa Ketro Tulakan
  5. Sipon (65) warga Dusun Gemah Desa Ketro Tulakan

 

sumber: pacitanku.com

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

JAKARTA (01/02/2017) : Diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobileskrining.

“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses dihandphone,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan.

Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 57.692 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.

“Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile (mobile skrining)yang praktis digunakan ini, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan,” tutup Fachmi.

Sebagai informasi tambahan, selain menu Skrining Riwayat Kesehatan, aplikasi BPJS Kesehatan Mobile juga menyediakan menu lain yang dapat digunakan peserta JKN-KIS untuk mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN-KIS, melihat lokasi fasilitas kesehatan, dan sebagainya.

sumber: BPJS Kesehatan

Pertolongan Pertama Bila Bayi Kejang Saat Demam

Febrile Convulsions atau lebih dikenal dengan step, merupakan kondisi yang terjadi pada anak yang mengalami peningkatan suhu  tubuh tinggi atau demam disertai tanpa adanya infeksi pada syaraf pusat maupun adanya kelainan syaraf lainnya. Sebagai orang tua sebaiknya dapat membedakan kejang demam dengan kejang pada penderita epilepsi, karena kejang pada anak penderita epilepsi tidak disertai dengan demam.

Faktor yang menyebabkan kejang demam berulang diantaranya adalah usia ketika pertama kali terserang demam yaitu kurang dari 15 bulan, sering kali mengalami demam pada anak dan memiliki riwayat keluarga yang sering mengalami kejang demam.
Gejala pada bayi yang menderita kejang demam yaitu tubuh bayi akan tersentak disertai dengan kaku, terjadi perubahan pada bola mata bayi yang memutar, bayi seakan tidak bernafas dikarenakan nafas yang terganggu, mengeluarkan air liur disertai dengan muntah.
Beberapa Langkah Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan Ketika Bayi Anda Kejang Saat Demam:
1. Anda dapat memindahkan bayi anda ketempat yang aman seperti kasur, jauhkan dengan benda-benda yang membahayakan, termasuk benda keras dan tajam
2. Ketika bayi anda muntah, segera miringkan posisi kepala ke bagian kiri atau kanan sehingga muntahan dapat mudah mengalir dari mulut bayi, hal ini juga membantu agar bayi tidak tersedak
3. Ketika bayi anda kejang, sebaiknya anda menghindari pakaian yang ketat dikarenakan akan membuatnya kesulitan untuk berrnafas
4. Setelah bayi anda benar-benar sadar, anda dapat menurunkan suhu tubuhnya dengan cara mengompres menggunakan air hangat
5. Jangan memasukkan benda-benda seperti sendok kedalam mulut bayi karena akan memicu tersedak dan terganggunya pernafasan
6. Sebiknya anda jangan menggendong selama bayi anda sedang kejang karena akan memicu terjadinya kondisi yang buruk pada bayi anda
7. Setelah bayi anda diberikan pertolongan pertama, bukan berarti tidak memberikannya penanganan medis, bagaimanapun bayi anda sangat membutuhkan beberapa obat-obatan sesuai dengan resep dokter, oleh karena itu segera bawa bayi anda kedokter untuk mendapat penanganan medis.
Berikan pertolongan yang tepat pada bayi yang mengalami kejang demam, kejang demam dapat terjadi pada anak apabila suhu tubuh berubah secara ekstrim, bahkan beberapa kejang dapat terjadi tanpa tidak terduga.
Segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk nmendapatkan obat yang tepat sesuai dengan usia anak anda.
Oleh : Ekowati Niken Priyani ( nikenpriyani0@gmail.com )

Blog: nikenpriyani.blogspot.com